Pada video kali ini bu Terrylina Arvinta menyampaikan bahwa digital marketing saat ini begitu penting bagi entrepreneur muda,mengapa?
Alasannya adalah Karena kemajuan teknologi
komunikasi dan informasi di era
setruktif ini menjdadi hal yang harus dan wajib dipahami dan lakukan sebagai
bagian dari strategi pemasaran pada dunia kewirausahaan dan dengan adanya
pandemic covid ini semakin membuktikan betapa pentingnya digital marketing bagi
dunia kewirausahaan karena Ketika sudah tidak bisa mengakses secara
konvensional maka dunia digital menjadi satu satunya solusi dalam masa pandemic
covid ini sehingga membuka peluang bagi para wirausahawan untuk tetap bisa
melakukan promosi dan pemasaran melalui media digital.
Sejatinya dalam
perencanaan marketing apa pun, termasuk digital marketing, sebuah sistem yang
yang mampu mendeskripsikan perencanaan komprehensif sekaligus mudah dalam
implementasi dan pembelajaran oleh semua lini perusahaan adalah hal krusial.
Hal-hal
mendasar, yaitu analisis situasi, peletakan tujuan, perumusan strategi,
pendeskripsian taktik, penulisan aksi, hingga cara mengontrol dan mengevaluasi
wajib ada dalam perencanaan digital marketing yang komprehensif. Salah satu
model perencanaan digital marketing yang kini dikenal para praktisi digital
marketing dan sudah masuk dalam buku teks digital marketing di dunia kampus
adalah SOSTAC® (Situation analysis, Objectives, Strategy, Tactics, Action,
Control).
Sistem perencanaan
SOSTAC® adalah karya PR Smith dan telah dipilih sebagai salah satu dari Top 3
Model Marketing di dunia oleh para pemberi suara dalam poling the
Chartered Institute Of Marketing. Melalui SOSTAC®, kita akan melakukan
tinjauan terhadap situasi yang ada di sekitar bisnis, menentukan tujuan-tujuan
berbasis analisis situasi, merencanakan strategi-strategi yang diperlukan demi
mencapai tujuan tersebut, membuat taktik sebagai turunan detail dari
masing-masing strategi, menetapkan penanggungjawab serta waktu pelaksanaan
strategi serta taktik tersebut, serta terakhir melakukan kontrol atau evaluasi
terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.
Beberapa hal yang perlu di pahami oleh parah
pelaku usahawan muda :
Data :INDONESIA (Januari 2019 )Total
populasi 268,2 Juta orang, 150 juta
orang sudah menggunakan internet,keselurahan sudah menggunakan media sosial dan
130 juta orang menggunakan smartphone untuk menggunakan media sosial.data :
(januari 1 2020) penambahan populasi di Indonesia bertambah 2,9 juta
orang,pertumbuhan penggunaan mobile phone/smartphone bertambah 15 juta orang
kemudia penggunaan internet bertambah 25 juta orang dan penggunaan medias sosial
bertambah 12 juta orang,
Hal ini menujukan suatu gejala positif yang
bisa menjadi peluang bagi para wirausahawan Ketika memasang advertisement di
media sosial.
Waktu yang mengakses media Rata rata
Penggunaan internet sebanyak 8 jam 36 menit,rata rata pengguna media sosial
menggunakan 3 jam 26 menit ,kemuddian rata rata penggunaan tv 2 jam 52 menit
dan menghabiskan waktu mendengarkan music 1 jam 22 menit
Rencana marketing (SOSTAC)
Setiap
pemilik usaha pastinya menginginkan keuntungan yang semakin hari semakin
bertambah. Perlu usaha yang maksimal untuk mencapai target penjualan produk
yang maksimal pula. Bagi perusahaan yang ingin memperbaiki dan meningkatkan
kondisi pemasaran mereka, perlu adanya sebuah perencanaan pemasaran terutama
dalam hal strategi pemasaran produk. Saat ini, sistem digital sudah berkembang
di dalam kehidupan sehari-hari. Seiring berjalannya waktu teknologi pun semakin
berkembang dari masa ke masa. Kini banyak perusahaan yang telah menggunakan digital marketing sebagai strategi yang
digunakan untuk memasarkan produk mereka.
Menyusun strategi pemasaran produk sangatlah penting
jika ingin meningkatkan penjualan suatu produk. Menggunakan strategi yang tepat
maka produk yang dipasarkan akan semakin dikenal konsumen. Ketika melakukan
pemasaran produk, tentunya harus mencari model perencanaan digital
marketing terbaik agar teknik yang dilakukan dapat mengenai
sasaran dengan tepat.
Salah satu model perencanaan digital
marketing adalah SOSTAC (Situation analysis, Objectives, Strategy,
Tactics, Action, Control). SOSTAC merupakan model perencanaan
pemasaran agar lebih efektif dalam penerapan pemasaran digital perusahaan untuk
pemasaran produk. SOSTAC bisa digunakan juga sebagai kerangka perencanaan untuk
mengidentifikasi masalah marketing pada suatu
pemasaran produk. Singkat kata sejarah SOSTAC awal mulanya
dikembangkan oleh Paul R. Smith pada tahun 1990-an.
1.situation analysis : menjelaskan tentang “where are we now?” posisi kita ada dimana?
Siapa
konsumen digital kita saat ini, bagaimana mereka melakukan interaksi dengan
merek, platform apa yang digunakan, dan bagaimana demografinya.Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats),Analisis
competitor,Lanskap kanal digital.
2.Objective : ‘where do want to be?’ (Ketika
sudah tau kita mau/tujuan apa),
5s yang perlu diketahui : Sell (target
konsumen ), Serve (konsumen yang dilayani) Sizzle (durasi pengunjung ) Speak (membicarakan produknya
memperkenalkan ),save (efisiensinya). Kemudian
rumuskan masing-masing variabel tersebut secara SMART (Specific, Measurable, Actionable, Relevant,
dan Time-related). Pada
akhir pelaksanaan program marketing nantinya
akan mempermudah dalam tahap evaluasi karena sudah dibuat batasan-batasan
tujuannya (objectives).
3.strategy : “how to get there” bagaimana
kita bisa mencapai tujuan itu
Strategi adalah cara
perusahaan mencapai suatu tujuan yang sudah ditetapkan dan diketahui bersama.
Perencanaan strategi akan menggunakan metode STOP and SIT. STOP (Segment, Target Market, Online Value
Proposition (OVP), dan Positioning). Pembentukan strategi
menggunakan SIT (Sequence or Stage, Integration
dan Tools.) Strategi-strategi tersebutlah yang merupakan
pedoman yang dijalankan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
4.Tactic : how exactly do we get there ? cara
yang lebih spesifik untuk merealisasikan tujuan kita
Taktik merupakan
penjabaran detail dari langkah-langkah atau tahap-tahap yang akan dilakukan untuk
pelaksanaan sebuah strategi yang akan digunakan untuk mencapai tujuan digital
marketing. Untuk mencapai tujuan tersebut, gunakan 7P Marketing Mix yang berfokus
pada atribut-atribut kunci yang perlu diperhatikan perusahaan untuk meraih
tujuan. 7P Marketing Mix tersebut
adalah Product, Price, Place, Promotion, People,
Process, dan Partnerships.
5. Action : the details of
tactic,merealisasikanya
Pada tahap ini yaitu
menjalankan taktik yang telah dirumuskan dalam bentuk aksi yang terukur di
lapangan market place yang
sebenarnya. Dapat dibuat berupa rangkaian proses kerja yang terstruktur dan
terjadwal berupa flow
chart, gantt chart, table activity based time dan tak kalah
penting mempersiapkan manajemen resiko yang mungkin terjadi saat eksekusi
taktik di lapangan dan juga mempersiapkan siapa, kapan dan bagaimana yang
bertanggung jawab pada setiap business
process, perencanaan budget, alokasi sumber daya secara
detail, sehingga dapat meminimalisir hal-hal yang dapat menghambat mencapai
tujuan perusahaan.
6. Control : “how we do monitor performance ?
”evaluasi lalu Kembali ke awal (bersiklus)
Di tahap terakhir ini yaitu proses control, merupakan tahapan untuk memeriksa atau mengevaluasi secara berkala apakah action sesuai tujuan perusahaan sudah berhasil atau belum maksimal. Perhatikan taktik-taktik yang sudah ditetapkan dan lakukan kontrol saat melaksanakan semua taktik tersebut. Hal ini juga dapat disebut Key Performance Indicator (KPI).

Komentar
Posting Komentar